Thursday, May 30, 2013

Wanita Bisa Juga Disfungsi Seksual

Wanita Bisa Juga Disfungsi Seksual.

Masalah disfungsi seksual tak hanya dialami kaum pria tapi juga kaum wanita. Bahkan jumlahnya pun tak sedikit. Salah satu penyebabnya kondisi ekonomi yang semakin sulit. Namun terkadang wanita tak menyadarinya. “Wanita itu bisa loh, sedang berhubungan seksual pikirannya kemana-mana. Bisa mikirin uang belanja, bisa mikirin anak. Lagi berhubungan mukanya bisa ke mana-mana,” ujar dr Lula Kamal yang juga Public Officer sebuah klinik pengobatan disfungsi seksual.

Lula menyampaikan hal itu dalam peluncuran klinik pengobotan di Restoran Black Steer, Mal Ambasador, Jl Prof Dr Satrio, Casablanca, Jakarta, Rabu (31/10/2007). Menurut Lula dengan kehidupan yang semakin sulit, ekonomi sulit menyebabkan stres meningkat. Selain itu juga banyak penyakit degeneratif. “Jadi dirangsang seperti apa pun, diam saja,” jelas Lula.

Artis cantik ini menjelaskan, wanita juga mengalami keterbatasan untuk merasakan hasrat seksual karena ada masa menopause yang membuat hormon berubah. “Padahal yang dinamakan hubungan seksual itu, ya mulai timbul hasrat sampai orgasme. Sedangkan laki-laki, selama masih hidup ya terus akan mengalami hasrat seksual dan berhubungan seksual,” ujarnya. “Nggak puas diam saja. Sakit diam saja. Yang penting bisa melayani suami. Padahal hubungan seksual itu juga hak wanita,” imbuhnya.

Lula melansir studi yang diadakan di 29 negara pada tahun 2005 yang menyebutkan sekitar 43 persen wanita mengalami disfungsi seksual. “Jumlah ini lebih tinggi daripada laki-laki yang hanya 31 persen. Kalau di Indonesia belum ada data sahih,” ujar Lula.

Masalah yang dialami wanita, lanjutnya, berkisar sekitar gangguan dorongan seksual, gangguan orgasme, dan gangguan yang menimbulkan rasa sakit seperti dispareunia ataupun vaginismus (rasa sakit di vagina akibat penetrasi).

Sementara Manajer Operasional Klinik dr Ignatius Eko mengatakan lebih banyak laki-laki yang berkonsultasi ke kliniknya dibanding perempuan. “Sejak 2 bulan lalu ada 30 kunjungan, 10 diantaranya dalam pengobatan. 20 Lainnya berkonsultasi melalui telepon. Wanitanya hanya 1. Itu pun berkonsultasi melalui telepon,” imbuh Eko. Menurut Eko, hal itu bisa terjadi karena masih sangat sedikit klinik pengobatan yang menangani masalah seksual perempuan. Sedangkan mayoritas masalah yang dialami pria adalah ejakulasi dini.

Sumber:

No comments:

Post a Comment